Beberapa tahun terakhir ini, Urban Farming makin diminati oleh sebagian masyarakat yang tinggal di perkotaan. Konsep berkebun di lahan terbatas ini pada awalnya hanyalah sebatas inisiasi dari komunitas pecinta lingkungan yang berjalan secara mandiri. Seiring waktu, kesadaran kaum urban semakin meningkat akan gaya hidup yang sehat, sehingga banyak dari mereka yang mulai melakukan aktivitas urban farming di halaman atau pekarangan rumah.

Apa Itu Urban Farming?

Urban farming yang berarti bercocok tanam di lingkungan rumah perkotaan dianggap beriringan dengan keinginan masyarakat kota untuk menjalani gaya hidup sehat. Dengan melakukan aktivitas urban farming, masyarakat mendapat ketersediaan sayuran sebagai sumber nutrisi sehat, mengurangi impor sayuran, menghijaukan lingkungan, dan membantu mengurangi dampak pemanasan global.

Sebagai upaya dalam mendukung kegiatan Urban Farming, PT Natural Nusantara meluncurkan produk paket berkebun / bercocok tanam perkotaan, yaitu Urban Farming Paket A dan Paket B dengan jenis tanaman yang berbeda.

Berikut ini adalah penjelasan singkat tentang teknik budidaya tanaman sayuran hijau (selada, sawi, kangkung) untuk kegiatan urban farming teknologi organik Nasa di halaman rumah atau pekarangan Anda.

Teknik Budidaya Urban Farming

1. Media Tanam

  • Siapkan media tanam
  • Pada media tanah terbuka, buat petak bedengan dengan ketinggian 20 – 30 cm, luas bedengan sesuaikan lokasi.
  • Pada pot/polybag/pipa, masukkan media tanam secukupnya.

2. Pupuk Larutan Induk

  • Siapkan pupuk 50 gram (1 sachet) NPK 16-16-16 dan 20 gram (1 sachet) GREENSTAR dilarutkan dalam 1 – 2 liter air bersih.
  • Aduk merata hingga larut
  • Masukkan dalam botol-botol bekas dan ditutup rapat (jangan terlalu penuh)

3. Penyemaian Benih & Penanaman

  • Siapkan air hangat-hangat kuku (sekitar 70 derajat C) secukupnya
  • Rendam benih sekitar 1 -2 jam
  • Tiriskan dan peram benih dengan dibungkus dalam kertas koran selama 2 – 4 hari dengan catatan setiap hari buka pemeraman dan cek jika ada benih yang sudah berkecambah
  • Ambil benih yang berkecambah dan langsung disemai sekaligus ditanam pada media tanam yang sudah disiapkan. Benih yang belum berkecambah dibungkus & diperam lebih lanjut
  • Jarak tanam 20 – 25 cm
  • Penanaman benih sebaiknya jangan terlalu dalam, dari permukaan tanah cukup sekitar 3- 5 cm.

4. Pemeliharaan & Pemupukan

a. Penyiraman Pupuk

  • Ambil 1 gelas (200 cc) pupuk larutan induk kemudian diencerkan dengan 10 liter air bersih.
  • Siramkan secukupnya pada setiap area perakaran.
  • Jadwal penyiraman pupuk pada saat menjelang tanam dan setiap 7 – 10 hari sekali (sekitar 3x – 4x penyiraman pupuk hingga panen)
  • Jika larutan induk sudah habis, segera siapkan kembali larutan induk berikutnya.

b. Penyemprotan Pupuk

  • Larutkan 10 – 20 gram (0,5 – 1 sachet) GREENSTAR dalam 10 – 15 liter air
  • Semprotkan merata pada seluruh bagian tanaman
  • Jadwal penyemprotan dimulai usia 7 – 14 hari setelah tanam, dilanjutkan setiap 7 – 10 hari sekali (sekitar 3x – 4x penyemprotan pupuk hingga panen)
  • Waktu penyemprotan sebaiknya pagi hari

5. Panen

  • Panen dilakukan setelah usia 4 – 6 minggu setelah tanam.

Demikian artikel singkat tentang teknik budidaya tanaman urban farming yang bisa dijadikan referensi untuk berkebun atau bercocok tanam di perkotaan.

Urban Farming NASA untuk Kualitas Hidup

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *