Membuat Benih Padi Ber-Teknologi Organik NASA

Bertepatan dengan masuknya musim tanam padi di sebagian wilayah di Indonesia, kali ini Stockist Nasa akan menyajikan Langkah membuat benih padi ber-teknologi organik NASA. Sebagaimana kita ketahui bahwa dalam budidaya tanaman pad, benih yang unggul mempunyai peran yang sangat penting karena kualitas benih merupakan faktor penentu suksesnya budidaya tanaman padi. Sebaik apapun perawatan yang kita lakukan pada tanaman padi kita, tidak akan ada gunanya apabila kita menggunakan benih yang sangat jelek.Cara membuat benih padi teknologi organik nasa

Saat ini di pasaran sangat banyak beredar berbagai macam benih padi, akan tetapi apakah semua benih tersebut berkualitas? Tidak bisa dipungkiri bahwa kita sering menemukan kejadian di lapangan, walaupun telah banyak yang menggunakan benih bersertifikat dan juga berlabel, akan tetapi setelah ditanam hasil yang didapat kurang memuaskan. Yah, jaman sekarang ini, apa sih yang tidak bisa dicurangin? apalagi proyek benih.

Langkah Pembuatan Benih Padi Ber-teknologi Organik NASA

Gunakan Benih Padi Berlabel Putih/Ungu
Langkah Pertama dan Utama dalam membuat benih padi unggul yaitu kita harus memiliki benih padi berlabel putih yang bisa kita dapatkan di balai benih padi setempat. Kalau benih berlabel putih tersebut sulit kita dapatkan, bisa juga kita gunakan benih yang berlabel ungu yang bisa kita dapatkan di kios-kios pertanian. Kebutuhan benih sekitar 25 Kg/ha.

Siapkan Lahan untuk Persemaian
Langkah kedua, menyiapkan lahan untuk menanam padi tersebut. Agar kemurniannya terjaga, Lahan tersebut harus terisolasi dengan tanaman padi yang lain. Jarak antar lahan dan tanaman padi yang lain minimal 10 m. Atau paling enak kalau kita menanamnya berbeda waktu dengan tanaman padi yang lain. Terserah saja caranya yang penting jangan sampai waktu pembungaannya sama.

Lakukan Seleksi pada Benih
Sebelum kita melakukan penyemaian benih, sebaiknya kita lakukan seleksi terlebih dulu dengan menggunakan air garam atau air abu sebagai media perendaman benih. Kita buang benih yang mengapung, Gunakan benih yang terendam. Setelah benih sudah terseleksi, rendam benih yang bagus tersebut dengan air bersih ditambah Pupuk Organik Cair NASA selama 24 jam dan tiriskan selama 24 jam pula. Namun jika calon akar belum ada 0,5 cm pemeraman bisa diperlama 24 jam lagi.

Proses Persemaian
Lahan persemaian kita siapkan seperti biasa dengan luas kurang lebih 20 % dari luas lahan. Cara pembuatan bibit seperti padi biasa, hanya yang harus diperhatikan adalah saat bibit padi umur 1 minggu sebaiknya semprot Pupuk Organik Cair NASA + HORMONIK + pestisida organik PESTONA secukupnya. Dan saat bibit satu minggu menjelang tanam sebaiknya kita aplikasi pestisida organik BVR dan CORRIN, agar saat penanaman nanti tidak ada hama dan penyakit yang terbawa ke pertanaman.

Pengolahan Lahan
Pada saat pengolahan tanah luku garu sebaiknya ditaburi Dolomit ditambah pupuk organik padat SUPERNASA dan Phospat (TSP atau SP-36).

Penanaman Benih
Cara penanaman benih padi unggul yang baik adalah harus memperhatikan jarak tanam, yaitu jangan kurang dari 22 cm. Dan gunakan sistem tanam legowo 2 : 1 atau maksimal 4:1. Tanam harus umur muda, kurang dari 18 hss (hari setelah semai). Saat penanaman jangan terlalu dalam. Gunakan cara tanam jiwir 2-3 batang per lubang. Inilah kunci untuk meningkatkan produksi benih padi unggul.

Pemeliharaan Tanaman
Dalam pemeliharaan yang paling penting adalah pengairan yang berselang, yaitu pemberian air dan buang air sampai tanah agak mengering. Tanaman jangan selalu direndam air. Pemupukan gunakan NPK 300 kg/ ha dan tambahkan urea 100 kg/ha atau sesuaikan kebutuhan dengan menggunakan bagan warna daun. Pemupukan bisa diberikan 2 kali ataupun 3 kali. Penyemprotan Pupuk Organik Cair NASA dan HORMONIK atau GREENSTAR tiap 1-2 minggu sekali dan bisa dicampur dengan pestisida organik seperti PESTONA, BVR dan CORRIN.

Penyortiran
Ketika tanaman benih padi unggul telah berbuah maka perlu dilakukan penyortiran, hal ini berguna untuk meningkatkan kemurnian benih. Penyortiran dilakukan dengan cara membuang/ memangkas bulir-bulir padi yang berbeda varietasnya. Pemangkasan juga dilakukan terhadap jenis gulma yang se-famili dengan padi.

Ada trik juga untuk memantapkan pengisian bulir, yaitu dengan cara menambahkan pupuk NPK ditambah pupuk organik padat POWER NUTRITION ketika bulir padi telah masak susu. Hal ini berfungsi untuk memperlama proses pengisian dan memundurkan masa panen.

Pemanenan
Pemanenan benih padi unggul dilakukan jangan bersamaan dengan tanaman padi konsumsi. Hal ini bertujuan agar supaya benih tidak tercampur dengan benih lain. Gunakan sabit yang bergerigi dan taruh potongan malai pada terpal atau karung bekas. Pemanenan dilakukan saat padi menguning sekitar 90 %.

Penjemuran
Penjemuran calon benih padi unggul sebaiknya tidak dilakukan dilantai jemur, tapi harus diberi alas terpal atau anyaman bambu. Penjemuran sebaikknya dilakukan saat pagi hari sekitar jam 07.00 sampai jam 10.00 dan sore hari sekitar jam 14.30 sampai jam 17.00. Keringkan sampai kadar air sekitar 14-12 %. Sebelum digunakan untuk benih sebaiknya benih padi unggul dilakukan stagnasi dulu (disimpan dalam karung) sekitar 1-2 minggu. Setelah proses stagnasi bibit padi unggul siap digunakan.

Itulah beberapa langkah yang perlu dilakukan dalam membuat benih unggul padi ber-teknologi organik NASA, mudah-mudahan bermanfaat untuk meningkatkan pertanian Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *