Outlet Resmi Belanja Produk Nasa

Tanya Jawab Perikanan Nasa

Pertanyaan Seputar Perikanan Nasa

Apa saja produk Nasa untuk bidang perikanan?
Produk Nasa yang digunakan untuk perikanan adalah pupuk TON (Tambak Organik Nusantara) untuk mengelola lahan tambak atau kolam, VITERNA, POCNASA, Hormonik dan TANGGUH.
Apa saja fungsi pupuk TON bagi kolam atau tambak budidaya?
Secara garis besar, fungsi TON adalah:
– membebaskan racun-racun sisa budidaya
– mengembalikan kesuburan lahan
– mengikat logam-logam berat
– memupuk plankton untuk pakan alami
– menjaga keseimbangan ekosistem perairan
– merutinkan molting udang
Bagaimana aplikasi dan dosis TON di lahan budidaya?
Secara garis besar TON digunakan pada saat pengolahan lahan (setelah panen sebelum isi air) dan selama budidaya.
Bagaimana aplikasi TON pada saat pengolahan lahan?
Aplikasi pada saat Persiapan Kolam/sebelum isi air
– Dosis:  2,5 kg/hektar ( 10 botol ukuran 250 gram) 
– Aplikasi TON yang pertama dilakukan di tanah dasar kolam/tambak pada saat pengeringan setelah dipanen. TON berbentuk Granule atau butiran-butiran kecil sehingga  aplikasinya dengan cara ditabur ke tanah secara merata, atau bisa dilarutkan dulu baru kemudian disiramkan merata ke tanah dasar kolam.
– Aplikasi TON dilakukan sebelum dilakukan pengapuran. Menurut teknis yang benar, setelah diaplikasikan TON kemudian dilakukan pengapuran dengan kapur dolomit dengan dosis 1 ton per hektar (100 kg / 1000 m2) atau sesuai dengan pH aktual, setelah itu kolam dibiarkan 2-3 hari, kemudian  air dimasukkan setinggi mata   kaki dahulu, biarkan    selama   3 hari untuk TON bekerja, baru kemudian air dimasukkan sampai penuh (kedalaman 100–120 cm).
– Fungsi aplikasi TON pada saat pengeringan ini adalah untuk menetralkan berbagai gas dan senyawa beracun sisa pembusukan bahan organik yang dihasilkan oleh budidaya sebelumnya yaitu amoniak dan H2S.
– Selain sebagai penetral senyawa atau gas beracun tersebut, TON juga berfungsi menumbuhkan plankton yang berguna sebagai pakan alami ikan/udang.
Jika kolam tidak bisa dikeringkan, apa akibatnya, apakah produk NASA bisa mengatasi masalah tersebut?
Jika tidak bisa dikeringkan, maka tanah dasar kolam akan menjadi lebih asam. Hal itu tentu akan sangat merugikan bagi ikan maupun udang yang dipelihara. Cara mengatasinya adalah dengan pemberian kapur dolomite atau zeolit dengan dosis yang disesuaikan dengan keasamannya. Pemberian TON secara kontinyu dapat mengurangi kadar keasaman tersebut, namun akan lebih efektif jika tetap digunakan kapur seperti di atas.
Bagaimana aplikasi TON selama budidaya berlangsung?
Selama budidaya berlangsung, TON juga harus diberikan secara periodic (rutin) ke air kolam atau tambak.
– TON ditaburkan/disiramkan ke air kolam tiap 15 sampai 20  hari sekali.
– Dosis : 500 gram/hektar (2 botol) tiap kali aplikasi.
– Siramkan atau taburkan merata ke air kolam.
– Fungsinya terutama untuk mempertahankan kualitas air agar tidak terlalu menurun secara drastis karena pembentukan senyawa atau gas yang beracun tadi. Selain itu TON juga berfungsi menumbuhkan dan menyuburkan plankton yang baru sehingga ketersediaan plankton di tambak selalu terjaga.
Setelah ikan ditebar, apa tidak berbahaya jika TON ditebarkan ke air kolam?
TON tetap bisa diberikan walaupun sudah ada ikannya. Aplikasi dengan dilarutkan dahulu kemudian disiramkan ke air kolam, dengan dosis 1 kg / hektar tiap 15 hari sekali. Fungsi perlakuan pada tahap ini adalah untuk mempertahankan kualitas air agar tetap bagus selama budidaya berlangsung.
Bagaimana aplikasi TON pada kolam dari semen atau terpal?
Pada kolam semen atau terpal, maka tidak diperlukan pengolahan lahan seperti di lahan tanah, oleh karena itu perlakuan TON hanya dilakukan setelah isi air. Perlakuan pertama yaitu setelah pembersihan selesai dilakukan, isi kolam diisi air setinggi 20 cm, tebarkan/siramkan TON dengan dosis 1 kg per hektar (satu sendok makan penuh per 100 m2), setelah itu air dibiarkan selama 3 hari, setelah itu diisi penuh untuk keperluan budidaya. Perlakuan berikutnya dilakukan setelah ikan berumur 15 hari dengan dosis yang sama dan diulang setiap 15 hari untuk menjaga kualitas air kolam budidaya.
Apa yang dimaksud dengan bahan organik di kolam atau tambak? dan apa pengaruhnya bagi ikan atau udang?
Bahan organik di tambak / kolam adalah timbunan material yang berasal dari mahluk hidup yang terakumulasi selama budidaya berlangsung. Material tersebut berupa sisa pakan, kotoran ikan/udang, plankton, tumbuhan, ikan ataupun udang yang mati dan sebagainya. Agar tidak menghasilkan racun yang berbahaya bagi ikan / udang maka bahan organik tersebut harus diuraikan secara sempurna menjadi hasil akhir proses yaitu nutrat. Disinilah perlunya diberikan TANGGUH secara berkala (20 hari sekali dosis 1 botol / hektar) untuk menjaga jangan sampai terbentuk racun dari pembusukan bahan organik tersebut.
Bagaimana dengan penggunaan VITERNA, POC NASA serta HORMONIK pada budidaya perikanan, bagaimana cara aplikasi yang efektif ?
Jika menggunakan ketiga produk tersebut, cara pencampurannya adalah: VITERNA dan POC NASA masing-masing satu botol dicampur menjadi satu, kemudian campuran tersebut ditambah dengan 1–2 tutup botol HORMONIK.
Sedangkan dosis penggunaannya sama saja untuk semua jenis ikan maupun udang, yaitu 1 tutup botol campuran tersebut ditambah dengan 0,5 sampai 1 liter air yang kemudian dicampur dengan 2-3 kg pakan ikan.
Jika kita pakai VITERNA dicampur dengan 1 kg pakan ikan, apakah tidak over dosis?
VITERNA adalah bahan organik murni, sehingga sebenarnya tidak ada kata over dosis karena prinsip kerja VITERNA seperti pakan biasa. Banyak pengguna yang juga memakai dosis tersebut dan tidak terjadi masalah pada ikannya.
Jika kita menggunakan pelet dengan kadar protein 20% kemudian dicampur dengan produk NASA, apakah hasilnya akan sama dengan ikan yang diberi pakan dengan protein 30%?
Hasil aplikasi di lapangan menunjukkan bahwa penggunaan produk NASA mampu meningkatkan hasil panen walaupun hanya menggunakan pakan buatan sendiri atau pakan yang harganya rendah. Hal itu bisa tercapai karena produk NASA menambah kandungan nutrisi di pakan yang diberikan. Akan tetapi jika menggunakan pakan yang lebih bagus, maka hasilnya juga jauh lebih baik, karena disamping menambah kandungan pakan, produk NASA juga berfungsi meningkatkan efisiensi penggunaan zat gizi di pakan.
Untuk budidaya udang vaname sistem intensif berapa kepadatan tebar bibit udang yang optimal? Lalu apakah jika sudah menggunakan Produk NASA bisa ditebar dengan kepadatan tinggi?
Dengan pola intensif maka kepadatan optimal udang vaname adalah sekitar 100 ekor/m2. Dengan kepadatan tersebut, udang bisa mencapai bobot yang besar dengan angka kehidupan tinggi sehingga panen bisa tinggi. Produk NASA khususnya TON dan TANGGUH akan mampu menjaga kualitas air budidaya. Namun kami anjurkan padat tebar jangan terlalu tinggi, karena menyebabkan terjadinya variasi pertumbuhan udang yang tidak merata.
Apa sebabnya jika air kolam berbusa, bagaimana cara mengatasi hal tersebut?
Kolam yang berbusa disebabkan oleh beberapa sebab yaitu matinya plankton dalam waktu bersamaan dalam jumlah besar dan penumpukan bahan organik yang terlalu tinggi. Cara mengatasinya dengan pembuangan lumpur hitam pada waktu selesai panen, selama budidaya diatasi dengan penaburan kapur dolomit atau zeolit secara teratur. Perlakuan TON selama budidaya juga dapat mengatasi persoalan tersebut, oleh karena itu TON perlu diaplikasikan selama budidaya berlangsung.
kalau malam hari air tambak saya seperti keluar cahayanya (menyala), apakah yang menyebabkan hal itu, dan apa pengaruhnya terhadap udang yang saya budidayakan. Jika itu merugikan, solusi dengan produk NASA yang sesuai apa Pak?
Air menyala disebabkan oleh merebaknya jenis plankton Dinoflagellata, salah satu jenis plankton yang kurang baik dalam budidaya udang, karena menyebabkan udang cepat stres, dan bisa mengganggu nafsu makan udang. Cara mengatasinya adalah dengan ganti air, yaitu air dibuang setinggi 20–30 cm, lalu dimasukkan air baru. Setelah air baru masuk, berikan TON dengan dosis 1 kg / hektar dan TANGGUH dengan dosis 1 botol per hektar. Aplikasi kedua produk tersebut bisa dilakukan secara bersamaan (dicampur).
Bagaimana mengatasi udang yang banyak mengambang di malam hari?
Udang yang mengambang di malam hari dikarenakan kadar oksigen di air kurang, sehingga udang naik ke atas karena kadar oksigen semakin ke bawah semakin tipis. Penyebab terjadinya kekurangan oksigen di air adalah kepadatan plankton tumbuhan terlalu tinggi, sehingga pada waktu malam terjadi persaingan antar udang dengan plankton yang sama-sama menggunakan oksigen untuk bernafas. Solusinya adalah buang air sepertiganya, lalu masukkan air baru, kemudian berikan TON dengan dosis 1 kg per hektar dan TANGGUH PROBIOTIK 1 botol / hektar tiap 20 hari sekali.
Bagaimana mengatasi udang windu yang stress?
Udang windu stress banyak sebabnya, bisa karena kurang pakan, karena perubahan kualitas air, bisa karena cuaca yang kurang baik dan sebagainya. Sehingga cara mengatasinya juga harus sesuai dengan penyebabnya. Namun demikian kita bisa membuat udang mempunyai daya tahan yang tinggi dengan memberi pakan yang cukup dan berkualitas. Produk NASA baik TON, VITERNA atau POC NASA mampu meningkatkan daya tahan dari segi kualias air yang baik dan konsumsi nutrisi yang berkualitas.
Apakah produk NASA dapat mengatasi penyakit bintik putih pada udang windu?
Penyakit bintik putih pada udang windu adalah penyakit karena serangan virus SEMBV (Systemic Ectodermal Mesodermal Baculovirus), yang mengakibatkan penyakit penurunan daya tahan tubuh udang sehingga udang mudah sekali sakit dan mati. Sampai saat ini belum ada obat yang bisa menyembuhkan penyakit tersebut. Yang dapat kita lakukan adalah mencegah virus tersebut masuk ke kolam budidaya kita. Caranya dengan mencegah masuknya hewan pembawa (carrier) kepiting, udang liar masuk ke kolam budidaya kita. Produk NASA baik TON maupun VITERNA atau POC NASA memang bukan obat, tetapi mampu mengurani efek serangan virus tersebut dengan meningkatkan daya tahan tubuhnya.
Saya memiliki tambak udang dan ikan dengan luas 50×50 m dengan usia 80 hari. Supaya menghasilkan produksi terbaik apa saja paket organik NASA yang bisa dipakai?
Untuk luas tambak 1/4 Ha atau 2.500 m2, bisa dikasih TON 250 gr dan Tangguh 250 ml dalam sekali pemberian. Berikan sebelum tebar udang/ikan rutin di lahan tiap 2-3 minggu sekali. Tapi apabila sebelumnya belum pernah diberi TON dan Tangguh dan sudah umur 80 hari, maka TON dan Tangguh tidak perlu diberikan. Berikan pada saat periode selanjutnya saat dari persiapan lahan. Kemudian untuk suplemen nutrisi dan vitamin bisa berikan VITERNA yang dicampur ke pakan. Bisa diberikan sejak saat ini, dosis 10 ml (1 tutup botol) campur per 3 kg pakan ikan/udang, Viterna boleh dilarutkan dahulu ke air bersih untuk memudahkan mencampur ke pakannya.
Bagaimana pengaruh pemberian VITERNA, POC NASA dan HORMONIK terhadap konsumsi pakan pada budidaya lele, apakah bisa mengurangi biaya untuk pembelian pakan mengingat biaya pakan adalah biaya yang prosentasenya terbesar?
Pemberian VITERNA, POC NASA dan HORMONIK melalui pencampuran dengan pakan pelet akan menambah kandungan gizi di pakan. Dengan tingginya kandungan gizi di pakan tersebut lele akan lebih cepat tumbuh dan gemuk sehingga lele bisa lebih cepat dipanen. Nah dengan waktu panen yang lebih cepat tersebut akan mengurangi biaya pakan dari sebelumnya. Sebagai standar petani pada umumnya adalah tiap 1000 ekor bibit lele diperlukan 3 zak (90 kg) pakan. Namun dengan penggunaan Produk NASA tersebut sudah banyak yang membuktikan hanya menghabiskan 2 – 2,5 zak pakan saja (menurunkan biaya senilai 1 – 0,5 zak pakan).
Bagaimana mengatasi budidaya lele yang seringkali mengalami kematian dengan gejala lele berdiri mengambang di permukaan air dan ada tanda putih-putih pada kepalanya?
Jika ada tanda berupa putih-putih pada tubuhnya kemungkinan besar terkena jamur. Cara mengatasinya dengan pemberian garam dapur krosok yang dicampur cuka. Caranya untuk 50 m2 kolam menggunakan 1 kg garam dilarutkan dalam air secukupnya dan ditambah 1 botol cuka. Aduk merata lalu siramkan ke kolam. Selain itu air dibuang sekitar 15 cm lalu dimasukkan air baru dan diberi perlakuan TON dengan dosis 1 sendok makan. Biasanya dengan 2 kali perlakuan hal itu sudah bisa diatasi.
Untuk proses penggemukan ternak lele apakah bisa jika hanya memakai TON? Bagaimana caranya?
Dalam budidaya ikan, yang penting untuk diperhatikan adalah pengendalian lingkungan dan nutrisi bagi ikan. Dengan menggunakan teknologi nasa, pengendalian lingkungan dan nutrisi dapat dilakukan. Sehingga kami sarankan selain menggunakan TON juga gunakan Viterna. TON untuk menjaga kualitas air, dosis 1 kg/Ha atau 2 sdm untuk kolam sederhana dengan luas dibawah 100 m2. Kemudian gunakan Viterna sebagai suplemen pakan. Campurkan dalam pakan dengan dosis 1 tutup / per 3 kg pakan, diberikan setiap hari.
Bagaimana mengatasi kanibal pada ikan lele yang sering terjadi?
Kanibal pada ikan lele disebabkan oleh dua hal, yaitu pakan yang kurang atau padat tebar yang terlalu tinggi. Sehingga untuk mengatasinya harus disesuaikan dengan penyebabnya tersebut. Jika kurang pakan maka pakan harus ditambah sampai maksimal sampai 2,5% dari berat badan per hari. Atau secara mudahnya dengan melihat respon ikan terhadap pakan yang kita tebarkan. Jika terlalu padat (lebih dari 150 ekor / m2) maka harus dikurangi dengan menempatkan lele yang berukuran sama.
Salah satu konsumen saya bertanya, setelah menggunakan TON ukuran 3 kg, air kemudian berubah menjadi coklat, apakah itu normal?
Selama DO, PH dan parameter kualitas air lainnya tetap bagus, serta produksi normal, hal ini bukan menjadi masalah. Jika air berubah menjadi coklat biasanya terjadi pada tambak yang dasarnya adalah tanah. Warna air normal pada tambak umumnya hijau kecoklatan ataupun coklat muda, jadi perlu diperhatikan lebih lanjut jika berbeda warna.
Bagaimana cara menghilangkan lumut di dalam kolam atau tambak dengan produk NASA?
Salah satu penyebab lumut dapat tumbuh karena kecerahan air tambak yang tinggi, sehingga cahaya matahari masih bisa masuk hingga dasar yang menyebabkan lumut tumbuh. Salah satu cara mengurangi sinar matahari yang masuk ke dalam kolam adalah dengan memberikan TON dan TANGGUH satu minggu sebelum tebar bibit agar tumbuh plankton sehingga warna air berubah menjadi hijau kecoklatan. Aplikasikan TON 1 kg/Ha dan TANGGUH 1 liter/Ha dalam air kolam.
Bagaimana mengatasi penyakit karena jamur pada ikan air tawar?
Penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit, cendawan, atau hama dapat ditanggulangi dengan menggunakan bahan kimia atau disinfektan dan insektisida. Disinfektan yang biasa digunakan adalah benzalkonium chloride, chlorine, formaldehyde, dan iodine. Dalam pemberian antibiotika maupun disinfektan, yang terpenting dan harus diperhatikan adalah dosis dan cara pemakaian serta waktu henti obatnya (withdrawal time). Pemberian TON baik sebelum maupun selama budidaya berlangsung akan membantu mengurangi resiko pertumbuhan jamur di air kolam.

Artikel Terkait

Tulis Komentar

Akses Stockist Nasa lebih cepat & ringan, bahkan bisa offline dengan Nasa App

Terbaru
Produk
Beranda
Home
WhatsApp
Pesan
Login
WhatsApp